Faktor psikologis dalam pertandingan sepakbola

Seperti diuraikan dalam blog prediksi Joni, kekuatan tim bukanlah jaminan atas hasil pertandingan. Seringkali tim yang lebih kuat di atas kertas mendapatkan hasil mengecewakan. Salah satu faktor non-teknis yang paling penting dalam suatu pertandingan adalah faktor psikologis.

Faktor Psikologi ini merupakan salah satu bagian terpenting dalam memprediksikan hasil pertandingan sepakbola. Terkadang faktor ini menjadi penentu tunggal dalam pertandingan seperti yang terjadi kala Liverpool menghadapi Milan dalam final Liga Champion beberapa tahun lalu, saat itu Liverpool menjadi juara setelah tertinggal 3-0.

Apa saja yang dapat mempengaruhi pemain/tim secara psikologis?

A. Ekspektasi
Harapan yang ditempatkan pada pemain favorit suatu tim oleh supporter terkadang membebani pemain dan membuatnya tidak dapat tampil maksimal. Pemain yang lemah terhadap ekspektasi umumnya tidak tampil baik ketika menghadapi pertandingan besar, hal ini sangat penting untuk diperhitungkan dalam prediksi karena apabila seorang pemain kunci tidak tampil maksimal maka kekuatan tim secara keseluruhan melemah.

B. Profil pertandingan
Terkait dengan poin A di-atas, profil pertandingan seperti pertandingan final atau pertandingan menghadapi rival memberikan tekanan yang besar kepada pemain. Seorang pemain yang lemah terhadap tekanan tidak akan tampil maksimal bahkan menjadi titik lemah bagi tim dan berpotensi menyebabkan kekalahan.

C. Form
Form mempengaruhi penampilan pemain dan tim secara menyeluruh. Tim yang dalam beberapa pertandingan terakhirnya mendapatkan hasil tidak memuaskan, kepercayaan-dirinya akan menurun secara individu dan kolektif. Selain itu, seorang pemain dapat mengalami krisis kepercayaan-diri karena sebab-sebab lain seperti striker yang sudah lama tidak mencetak gol, pemain yang baru sembuh dari cedera berkepanjangan dan lain-lain.

D. Kepercayaan
Kepercayaan diri secara langsung dipengaruhi oleh Form, namun masih banyak hal lain yang dapat mempengaruhi poin satu ini. Seorang pemain yang jarang diturunkan akan mengalami krisis kepercayaan-diri dan tidak dapat bermain sesuai dengan kemampuannya karena jarang dimainkan dalam laga kompetitif, namun banyak juga pemain yang tidak perlu tampil setiap minggu untuk menjaga Formnya, pemain tipe ini dikenal sebagai super-sub.

E. Kehidupan pribadi
Kehidupan pribadi yang terbebas dari sorotan akan memberikan dampak positif bagi pesepakbola profesional namun yang sebaliknya seringkali terjadi. Skandal dalam kehidupan pribadi, perilaku eksentrik, wawancara pers, hal-hal ini seringkali menempatkan seorang pemain dalam sorotan media dan tidak selalu secara positif. Perhatian media tersebut mempengaruhi pemain secara psikologis dan hasilnya bisa saja terlihat di lapangan.

Selain faktor-faktor di-atas, masih banyak hal lainnya yang dapat mempengaruhi kondisi psikologis pemain baik itu secara langsung maupun tidak langsung. Terkadang kurangnya disiplin dan eksentrisitas seorang pemain mempengaruhi penampilannya di lapangan, begitupun kehidupan sosialnya. Contohnya pemain yang di-kenal sebagai bad boy seperti Balotelli, tanpa bimbingan yang tepat dari manajernya, Balotelli tidak akan bisa memenuhi potensinya sebagai pemain kelas dunia.

Kesimpulannya, faktor psikologis suatu pertandingan merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam memprediksikan hasil suatu pertandingan. Bagaimana tanggapan anda?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s